Bisnis Tiket Pesawat Online

Program Affiliate Indowebmaker

Jumat, 20 Agustus 2010

"MONYET" KITA

Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di
hutan-hutan Afrika, caranya begitu unik. Sebab, teknik itu
memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera
sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan
sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan
toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi
aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang,
toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples
dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal
meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa
dikeluarkan.

Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang
yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak
bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu,
selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.

Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam
erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam
kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan
maaf.. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam
dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,
membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat
itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang
terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka
genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum
tidur kita mau melepas semua “rasa tidak enak” terhadap siapapun yang
berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok
begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga
itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya betul-betul bersih. Jadi,

kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?

Tidak ada komentar: